PLN, Perusahaan Listrik Nyeleneh?
PLN mungkin perlu ganti nama jadi Pabrik Listrik Nyeleneh. Lah wong perusahaan negara ini satu-satunya produsen listrik je, kok ya bisa-bisanya rugi terus? Perusahaan yang menguasai penjualan setrum ini tahun lalu PLN rugi Rp 1,5 triliun dan setahun sebelumnya rugi Rp 1,8 triliun. Kalau bukan nyeleneh, lalu apa? Bukankah sebagai pemegang monopoli mestinya ia bisa meraup untung?
Sudah begitu, eh kok pabrik setrum itu ya suka mengajak rugi konsumen dengan memadamkan listrik, baik secara tiba-tiba maupun bergiliran. Lalu konsumen tak boleh menuntut ganti rugi. Misuh-misuh sih, masih boleh. Apa ya ndak nyeleneh itu namanya?
Ada apa sebetulnya dengan PT PLN (persero)?
Saya ndak tahu pasti. Tapi, sepertinya PLN memang jadi nyeleneh karena ulahnya sendiri. Misalnya nih, dalam urusan membangun pembangkit listrik. Kita semua tahu bahwa yang namanya minyak bumi itu merupakan energi yang tak terbarukan. Harganya pun cenderung naik terus. Karena itu, siapa pun yang berurusan dengan minyak mesti pintar-pintar bersiasat dan berhemat bila tak ingin tekor.
Tapi, lihatlah PLN. Dari ratusan pembangkit listrik yang dimilikinya, sekitar 36 persen justru masih memakai bahan bakar minyak. Akibatnya, PLN pusing kepala ketika harga minyak membubung terus, hingga bertengger di atas angka US$ 90 per barel. PLN pening karena biaya produksinya naik. Angka subsidi pun kian menggelembung dan ini berarti semakin merepotkan keuangan negara.
Sebagai gambaran, PLN membutuhkan 10,5 juta kiloliter bahan bakar minyak untuk pembangkit bertenaga diesel (solar). Dengan asumsi harga minyak US$ 80 per barel saja, nilai bahan bakar tersebut setara dengan Rp 65 triliun. Ditambah bahan nonminyak, total belanja bahan bakar PLN mencapai Rp 84 triliun.
Belanja bahan bakar tersebut tidak dapat ditutup oleh penjualan listrik PLN. Penjualan listrik pada 2008 hanya akan mencapai Rp 79,2 triliun. Padahal, di luar biaya bahan bakar, PLN juga harus menutup utang serta biaya administrasi dan operasional. Untuk menutup defisit anggaran, sekarang PLN membutuhkan subsidi sekitar Rp 70 triliun atau dua kali lipat lebih subsidi tahun lalu.
Kenaikan ongkos produksi dan subsidi itu seharusnya bisa dihindari seandainya saja manajemen PLN membangun pembangkit listrik dengan perencanaan jelas. Bukan seperti sekarang ini. Banyak pembangkit PLN yang seharusnya menggunakan gas dan batu bara, tapi malah menggunakan bahan bakar minyak. Total pembangkit listrik berbahan bakar batu bara kini baru mencapai 33 persen.
Seandainya saja seluruh pembangkit listrik pemakai bahan bakar minyak diganti dengan yang menggunakan batu bara, biaya energinya hanya sekitar Rp 9 triliun atau berarti penghematan lebih dari Rp 40 triliun setahun. Apa ndak hebat itu?
Memang, selain soal pembangkit itu, ada banyak masalah lain yang membuat PLN jadi perusahaan nyeleneh. Ada masalah pencurian listrik, ada korupsi, dan sebagainya. Tapi, bukan berarti belitan persoalan itu tak bisa diurai. Jadi kenapa PLN masih nyeleneh begitu ya?
© Foto: blogombal
Kalo’ bisa boros, kenapa harus irit?
Wong kalo’ ngga boros, ngga dapat duitnya. Ntar anak istri mau makan pake apa?
Makan Batubara aja. HEheheeheeheehehehehe……………….
Penjahat(4-3)D
26 Feb 08 at 6:15 am
Masalah penghematan sepertinya tidak ada dalam blueprint PLN. Entah apa gunanya audit yang tiap bulan dilakukan oleh auditor internal PLN.
Atau ini bagian dari masalah “cuci piring” yang disitir oleh SBY?
Om Guyon
26 Feb 08 at 12:58 pm
Sudah saatnya PLN menggunakan pembangkit nuklir. Masalahnya kalo PLTN itu kan perlu kedisiplinan yang tinggi, sayangnya ini satu-satunya yang tidak dimiliki bangsa kita.
Diandra
28 Feb 08 at 12:45 pm
lhoh, lha bLog ini kok ga pake Proteksi Spam?
kpengen donk….. *teriak2 ke admin*
*sengaja ga fokus artikel*
*ngumpet*
w950i
1 Mar 08 at 1:44 am
Cuman pengen komen tulisan yang ada pada gambar. Kenapa ga’ boleh sendiri ya? Apa di dalam gelap? Yang satu kerja, yang satu pegang lilin … Katanya perusahaan listrik. Gimana sih?
msdewi
1 Mar 08 at 12:31 pm
PLN memang asli nyeleneh.
Bayangkan, setelah bertahun-tahun belum juga mampu mengatasi masalah pasokan listrik yg tekor, menyebabkan banyak pengusaha kecil merasa daniaya sumber penghasilannya.
Kini, tanpa sosialisasi, tanpa ba….bi…..bu….. meluncurkan kebijakan baru. Kebijakan yg tak ‘ramah lingkungan’,Tarip insentif dan disinsentif.
Asli pabrik listrik nyleneh……….!
baratayudha
3 Mar 08 at 1:23 pm
cuma mo ngomentari tulisan msdewi, info doang lho….
kalo soal PLN nyeleneh, sih setubuh deh…
tapi kalo soal gak boleh sendiri kerja di dalam gardu itu karena faktor safety ajah, dan ini memang ada peraturan tertulisnya…
krn yg namanya bekerja dengan listrik itu resikonya tidak kecil, maka dianjurkan dalam pengerjaannya baik dalam tahap instalasi ato maintenance, di wajibkan min. 2 personil. seperti kalo anda diving maka di sarankan utk dilakukan dengan adanya parner sehingga kalo terjadi hal2 yg diluar perkiraan yg sekira nya mengancam keselamatan kerja, maka sang partner dapat menolong….minimal teriak2 lah utk memberitahukan kalo ada yg celaka. jadi ini lebih ke arah pencegahan.
badroens
6 Mar 08 at 9:06 am
walaaaah….gara2 ditulis PLN adalah perusahaan listrik nyeleneh, hari ini orang nomor 1 PLN di pensiun tuh….
baratayudha
6 Mar 08 at 4:32 pm
Wow! Cool news!Sounds a little weird, but interesting anyway. what do you guys think about it?
Ari Dubov
3 Apr 08 at 5:19 pm
Wow! Cool news!Sounds a little weird, but interesting anyway. what do you guys think about it?
new blogger
7 Apr 08 at 12:08 am
What was the interesting thing? Oh! That. Yeah. I should have guessed. This post is good, but not good enough.
Sueblimely
9 Apr 08 at 5:43 pm
Walah?
Namanya juga PLN (Perkembangannya Lelet Nian), jelas-jelasan ngidupin listriknya pake BBM dari dulu, kan meskinya udah ganti dengan energi alternatif, angin kek, matahari kek, biomass kek, nuklir kek, cuman ya itu….
orang-orang kita sebagian (bukan bangsa ini lho) kadang selalu underestimate ama sodare-sodarenya yang lain,
ada yang bilang gak displinlah, kurang pinter lah, pokoke miring mulu komennya. Padahal kalo pas listrik bener-bener abis, baruuuuu…..tahu.
Apapun yang diperbuat anak bangsa, sejauh itu untuk kemajuan baiknya didukung dan dibantu, buktinya…..

BLOG ini saja sudah sangat advance…dan gak banyak omong. Jadi….mari kita bersatu…..ce ile kayak pejabata aj coy
jacktea
15 Apr 08 at 2:13 pm