Archive for March, 2008
Memilih Gubernur Bank Sentral Kok Sulit
Hidup itu soal pilihan, kata para arif bijaksana. Tapi, justru dalam soal memilih itulah kita rupanya menghadapi banyak masalah. Ada banyak faktor, sejumlah kriteria, syarat yang mesti dipertimbangkan, lalu ada seleksi, sebelum pilihan dijatuhkan. Proses memilih akhirnya menjadi sesuatu yang tak mudah.
Kalau sampean mau memilih pasangan, misalnya, orang-orang tua selalu wanti-wanti agar mempertimbangkan bobot, bibit, dan bebet sang calon. Begitu pula ketika sampean memilih teman bergaul, sekolah, tempat kerja, dan sebagainya. Syarat-syarat ditetapkan. Teman itu harus pintar, baik, setia, dan seterusnya. Tempat kerja itu yang dekat rumah, memberi gaji besar, tunjangan, dan pensiun. Pendeknya, memilih apapun itu tak mudah.
Itu sebabnya memilih calon gubernur Bank Indonesia pun jadi seperti mencari jarum di antara tumpukan. Presiden sudah mengajukan dua calon, Agus Martowardojo dan Raden Pardede yang dianggap layak dan memenuhi kriteria. Namun, wakil rakyat di Senayan menolak mereka mentah-mentah dengan alasan sebaliknya. Dua kandidat itu dianggap tak cukup punya kompetensi memimpin bank sentral. Pemerintah terpaksa mencari calon baru. Read the rest of this entry »
Mati lapar di lumbung pangan
Bila ada pepatah tikus mati di lumbung padi, pastilah itu tikus serakah, yang makan tanpa ukuran sampai mati kekenyangan. Nyaris sama dengan beberapa pejabat Bulog yang karena kerakusan dan keculasan akalnya memakan beras rakyat, sampai kemudian mereka “mati budi”, lalu dibui karena korupsi.
The article has
9 responses