fokus | dagdigdug

melontar di tengah kabar

Archive for the ‘Ekbis’ Category

APBN dagdigdug  

Menteri Keuangan dalam Rapat Kerja DPRAda “pencapaian” luar biasa yang terungkap dalam rapat kerja Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan Panitia Anggaran DPR. “Untuk pertamakalinya dalam sejarah, anggaran belanja negeri ini mencapai Rp 1.000 triliun,“  ujar Sri Mulyani. Ya, seribu triliun, alias sejuta miliar, atau apalah, susah nyebutnya karena nolnya buanyaaak sekali.

Dalam revisi APBN Perubahan 2008 yang diajukan pemerintah, tercantum pos penerimaan yang semula Rp 937,8 triliun, berkembang menjadi Rp 1.024,5 triliun. Yang juga melejit adalah anggaran belanja,  target awal 2008 sebesar Rp 989,5 triliun, menjadi Rp 1.0201 triliun.
Read the rest of this entry »

The article has

11 responses

Written by yusro

June 4th, 2008 at 5:16 pm

Memilih Gubernur Bank Sentral Kok Sulit  

Hidup itu soal pilihan, kata para arif bijaksana. Tapi, justru dalam soal memilih itulah kita rupanya menghadapi banyak masalah. Ada banyak faktor, sejumlah kriteria, syarat yang mesti dipertimbangkan, lalu ada seleksi, sebelum pilihan dijatuhkan. Proses memilih akhirnya menjadi sesuatu yang tak mudah.

Kalau sampean mau memilih pasangan, misalnya, orang-orang tua selalu wanti-wanti agar mempertimbangkan bobot, bibit, dan bebet sang calon. Begitu pula ketika sampean memilih teman bergaul, sekolah, tempat kerja, dan sebagainya. Syarat-syarat ditetapkan. Teman itu harus pintar, baik, setia, dan seterusnya. Tempat kerja itu yang dekat rumah, memberi gaji besar, tunjangan, dan pensiun. Pendeknya, memilih apapun itu tak mudah.

Itu sebabnya memilih calon gubernur Bank Indonesia pun jadi seperti mencari jarum di antara tumpukan. Presiden sudah mengajukan dua calon, Agus Martowardojo dan Raden Pardede yang dianggap layak dan memenuhi kriteria. Namun, wakil rakyat di Senayan menolak mereka mentah-mentah dengan alasan sebaliknya. Dua kandidat itu dianggap tak cukup punya kompetensi memimpin bank sentral. Pemerintah terpaksa mencari calon baru. Read the rest of this entry »

The article has

9 responses

Written by Ndoro Kakung

March 20th, 2008 at 12:47 am

PLN, Perusahaan Listrik Nyeleneh?  

gardu PLN di SalatigaPLN mungkin perlu ganti nama jadi Pabrik Listrik Nyeleneh. Lah wong perusahaan negara ini satu-satunya produsen listrik je, kok ya bisa-bisanya rugi terus? Perusahaan yang menguasai penjualan setrum ini tahun lalu PLN rugi Rp 1,5 triliun dan setahun sebelumnya rugi Rp 1,8 triliun. Kalau bukan nyeleneh, lalu apa? Bukankah sebagai pemegang monopoli mestinya ia bisa meraup untung?

Sudah begitu, eh kok pabrik setrum itu ya suka mengajak rugi konsumen dengan memadamkan listrik, baik secara tiba-tiba maupun bergiliran. Lalu konsumen tak boleh menuntut ganti rugi. Misuh-misuh sih, masih boleh. Apa ya ndak nyeleneh itu namanya?

Ada apa sebetulnya dengan PT PLN (persero)? Read the rest of this entry »

The article has

12 responses

Written by Ndoro Kakung

February 25th, 2008 at 7:54 pm

Posted in Ekbis

Tagged with , , , , , , ,