Archive for the ‘BBM’ tag
APBN dagdigdug
Ada “pencapaian” luar biasa yang terungkap dalam rapat kerja Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan Panitia Anggaran DPR. “Untuk pertamakalinya dalam sejarah, anggaran belanja negeri ini mencapai Rp 1.000 triliun,“ ujar Sri Mulyani. Ya, seribu triliun, alias sejuta miliar, atau apalah, susah nyebutnya karena nolnya buanyaaak sekali.
Dalam revisi APBN Perubahan 2008 yang diajukan pemerintah, tercantum pos penerimaan yang semula Rp 937,8 triliun, berkembang menjadi Rp 1.024,5 triliun. Yang juga melejit adalah anggaran belanja, target awal 2008 sebesar Rp 989,5 triliun, menjadi Rp 1.0201 triliun.
Read the rest of this entry »
REPUBLIK DAGDIGDUG
Kocap kacarita, terebutlah sebuah negeri yang terkenal gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kertaraharja, subur kang sarwa tinandur. Pokonya kaya, aman, nyaman, sejahtera serta subur tanahnya, tumbak kayu dan batu pun jadi tanaman. Tapi itu dulu….dulu sekali, sebelum orang mengenal Nasdaq, Hanseng, NYSE, BEJ, serta OPEC maupun Googling.
Lain dulu lain sekarang. Ketika perekonomian Amerika –negara tetangga yang jauh di ujung dunia sebelah sana—kocar kacir akibat krisis Subprime Mortgage (kredit perumahan berkualitas rendah) yang berkepanjangan. Negeri ini jadi dagdigdug nggak karuan. Efeknya sampai ke sini. Apalagi ketika harga minyak dunia terus beranjak naik sampai 124 US$ bahkan diramalkan (mudah-mudahan jangan) bisa mencapai 200 US$ per barrel. Degup jantung negeri ini semakin kencang.
Kenapa bisa begitu, padahal negeri ini adalah anggota OPEC, negara pengekspor minyak? Kenapa ketika harga minyak membubung tinggi kok tidak bisa mendapat manfaat, malah dapat musibah? Benar. Negeri ini menjadi anggota OPEC sejak tahun 1962. Ketika itu produksi minyaknya mencapai 1,6 juta barrel per hari, dan konsumsi minyaknya masih dibawah 1 juta barrel per hari. Karenanya masuk OPEC jadi strategis, untuk bisa ikut menentukan harga minyak dunia. Read the rest of this entry »
PLN, Perusahaan Listrik Nyeleneh?
PLN mungkin perlu ganti nama jadi Pabrik Listrik Nyeleneh. Lah wong perusahaan negara ini satu-satunya produsen listrik je, kok ya bisa-bisanya rugi terus? Perusahaan yang menguasai penjualan setrum ini tahun lalu PLN rugi Rp 1,5 triliun dan setahun sebelumnya rugi Rp 1,8 triliun. Kalau bukan nyeleneh, lalu apa? Bukankah sebagai pemegang monopoli mestinya ia bisa meraup untung?
Sudah begitu, eh kok pabrik setrum itu ya suka mengajak rugi konsumen dengan memadamkan listrik, baik secara tiba-tiba maupun bergiliran. Lalu konsumen tak boleh menuntut ganti rugi. Misuh-misuh sih, masih boleh. Apa ya ndak nyeleneh itu namanya?
Ada apa sebetulnya dengan PT PLN (persero)? Read the rest of this entry »
The article has
11 responses